Kisah ini di awali ketika aku bertemu dia di dalam sebuah pelajaran tambahan bahasa inggris diluar sekolah sewaktu SMA yang biasa disebut kursus bahasa inggris yang terjadi di kampungku dulu. awalnya aku mengenal dia biasa saja belum ada butiran cinta yang tumbuh di hati karena memang baru. cie ... cie ... cie ... tapi lama kelamaan koq ada perasaan yang tumbuh di hati ini kepada dia, ada apa gerangan ya????
sebelum masuk ke kisahku ini, akan aku deskripsikan dia itu wanita sholehah yang tak pernah lepas dari hijab panjangnya dan pakaiannya yang menurut aku terlalu besar kalau dipakai dia (itu dulu waktu belum begitu mengenal indahnya islam), mungkin dia seperti itu karena dia tau agamanya islam dan islam tidak mengajarkan umatnya berpakaian terlalu sempit dan memperlihatkan aurat dan lekuk tubuhnya. selain itu dia memiliki wajah bernuansa arab tapi bukan keturunan arab melainkan yang aku dengar ketika dia masih dalam kandungan ibunya, ibu dan ayahnya berangkat naik haji makanya dia seperti orang arab ... hehehe ... selain itu juga yang sampai saat akhir dari masa SMA yang tidak aku mengerti bahwa dia tak pernah mau pacaran padahal banyak cowok sebelum aku datang menghampiri dia untuk mengenal baik dia tapi selalu aja di anggap acuh bahkan hampir setiap malam ada aja cowok yang nongkrong di depan counter hp milik keluarganya ... masya allah perjuangan dari semua cowok itu (termasuk aku ya ... !!!)
kembali ke kisah lagi ya ... cukup sampai situ saja deskripsinya ...
ketika ada jadwal kursus bahasa inggris setiap hari senin dan kamis malam, aku selalu bersemangat tapi bukan semangat mempelajari bahasa inggris melainkan "DIA" yang akan ku temui saat kursus bersama teman - temanku semua. semakin hari semakin besar rasa yang ada di hati ini sampai - sampai aku mendekati teman baiknya alias sahabatnya untuk mencari tahu tentang DIA karena sulit sekali tahu apa yang dia inginkan dan aku butuhkan. dan pernah aku mendengar bahwa sahabatnya tempat aku mencari informasi malah suka sama aku bukan DIA tapi aku tak pernah bisa berpaling dari DIA sebab dari segi apapun saat itu, dialah wanita yang paling sempurna. dari segi agamanya, perangainya, sikap santunnya, menghargai dan menghormati kedua orangtuanya. sampai suatu ketika ketika ayahnya meninggalkan dunia ini itu sangat membuatku bangga karena dedikasinya terhadap orangtuanya yang tak pernah luntur karena waktu itu tinggal seminggu kurang akan ujian menentukan kelulusan kami semua dari masa SMA dia awalnya memiliki impian untuk melanjutkan studynya ke jenjang perkulihan tapi apa daya saat itu dia memilih untuk membantu ibunya bekerja walau hanya menjaga toko yang biasanya dijaga oleh ayahnya. dan saat itu aku mesti pergi ke jakarta untuk melanjutkan studyku ke perkuliahan dan saat itu aku bertekat di dalam hati akan pulang dan segera melamar dia tapi apa daya saat itu takkan pernah bisa aku realisasikan sebab saat aku masih kuliah sambil bekerja, aku mendapatkan informasi dari sepupuku yang tinggal di depan rumahnya bahwa dia akan segera menikah dengan seseorang lelaki yang memang dari segi apapun sudah mapan berbeda dengan aku saat itu.
ketika aku mengetahui hal itu (dia akan menikah) adalah saat aku benar - benar kecewa karena aku sudah berusaha agar kuliahku yang menjadi impian orangtuaku cepat selesai dan aku mendapatkan pekerjaan agar aku bisa mengumpulkan uang untuk segera melamarnya tapi sayang ... itu hanya harapan yang takkan pernah menjadi kenyataan sekali lagi. sampai - sampai aku juga sempat mengecewakan seorang perempuan yang aku kenal di jakarta dan mungkin saat itu dia sudah memiliki rasa kepadaku tapi karena aku inginkan DIA maka aku hanya bermain cinta saja. tapi ya sudahlah apa yang sudah terjadi biarlah terjadi toh ALLAH SWT memiliki rencana yang lebih baik daripada apa yang kita rencanakan.
oh ya sekedar informasi, saat ini tepatnya aku menulis ceritaku ini adalah saat DIA berulang tahun yang ke-23 di tanggal 8 november 2012 ini. dan sampai saat ini walaupun dia telah menjadi milik orang lain aku masih menyimpan semua kenangan itu di dalam memory otakku dan ada yang menjadi tentang dia yang masih aku pakai saat ini. mungkin ini saja yang bisa aku sampaikan mohon maaf jika penyampaian ceritanya kurang baik maklum masih belajar dan apa yang ada di hati serta pikiranku saja yang aku tuangkan di sini tapi tidak sebaik dan seindah orang yang mahir menulis karena aku bukan penulis
terima kasih akan semua harapan dan pemacu semangatku untuk lebih baik lagi saat ini walau kau tak pernah menjadi milikku selamanya :)
FNR
No comments:
Post a Comment