Hari ini sebenernya sama saja dengan hari sebelumnya karena aktifitas yang menjadi rutinitas yaitu bekerja dan bekerja ... tapi kalau masalah hati banyak sekali ingin aku sampaikan tapi tak pernah bisa diucapkan walau sepatah katapun.
aku ini sebenernya sudah berikhtiar untuk tidak lagi mencari seorang perempuan untuk dijadikan pacar tapi langsung aku ajak menikah tapi ketika aku memikirkan soal pernikahan pasti akan banyak cabang yang akan menjadi hambatan (menurut aku). di mulai dari hambatan dana untuk melamarnya si perempuan, persiapan pernikahan sebab begitu banyaknya saudara dari pihakku yang akan dan mesti di undang karena saking dekatnya aku dengan mereka sampai si perempuannya apakah mau menikah denganku yang biasa saja dan tentunya banyak kekurangan serta banyak tanggung jawabnya. itu yang menjadi pemikiranku jika sudah ada kata pernikahan di otakku ini.
memang kalau melihat dari segi agama berkata jika kau tlah mampu untuk menikah ya disegerakan tapi permasalahannya di hati dan pikiranku ini selalu saja ada masalah yang takut muncul ketika akan menikah seperti aku ungkapkan di atas. tapi jika di lihat dari segi kehidupanku ini, sudah saatnya aku memulai memikirkan pernikahan dan banyak dari temanku bilang ga usah takut masalah rejeki kalau kita mau benar - benar niat untuk menikah pasti ALLAH SWT akan memberikan jalannya.
masalah kedua yang begitu aku memikirkan masalah pernikahan adalah soal saudara - saudaraku baik dari pihak ayah ataupun dari ibu, kalau di hitung - hitung dan di kalkulasikan bakal lebih dari 500 orang yang akan di undang kalau dari saudara / keluarga besarku sendiri belum termasuk teman - temanku tapi kembali lagi kemasalah rejeki yang akan ada jalannya jika ALLAH SWT benar - benar ingin kita realisasikan.
masalah ketiga dan terakhir adalah si perempuannya, memang aku akui bahwa aku sekarang tidak dekat sama siapa - siapa karena aku hanya fokus dengan pekerjaan tapi ketika aku jalan dan melihat sepasang anak manusia sedang bermersa - mersaan di tempat umum (bagi yang telah menikah) aku sangat iri dan ingin segera menyusul tapi siapakah perempuan yang akan menjadi pendampingku? kalau kata temanku, jika sudah ingin benar - benar menikah ya langsung saja temui orang tuanya dan minta restu serta izin untuk ta'aruf dengan anaknya dan itu sudah di kasih jalan lagi untuk menemuinya tapi sayangnya kembali lagi ke aku yang belum bisa merealisasikan itu dan takut hal - hal yang ga diinginkan dalam pikiranku terjadi dan jujur saja aku ini termasuk orang yang kurang yakin dengan apa yang terjadi pada diriku sendiri walau ALLAH SWT bisa memberikan apapun yang baik untuk umatNYA tanpa harus kita meminta dan akan ada saja jalannya yang akan diberikan olehNYA. tapi sayangnya aku ini masih takut dan takut untuk bertindak. dan karena itulah sampai saat ini aku belum bisa mengenal lebih jauh dari si perempuan itu dan bingung untuk memulainya dari mana?
mungkin itu saja yang aku sharing hari ini dan dari cerita ini, jika ada solusinya mohon di komentarin dan bantu aku untuk lebih percaya akan suatu hal ... terima kasih
No comments:
Post a Comment